Pekanbaru, HL – Inovasi LIMBATOR yang digagas oleh Pak Sujak salah seorang warga kota Pekanbaru, berhasil membuat Air Keruh dan limbah-limbah yang kotor dan mencemar lingkungan menjadi Air Bersih yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari – hari
Inovasi ini fokus pada pengelolaan Air Limbah, maupun air kotor yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari – hari melalui pengelolaan mesin canggih dan aman digunakan. Limbator sendiri menciptakan beberapa inovasi Air keruh, limbah yang mencemar menjadi bersih, sehingga menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat kota Pekanbaru Khususnya.

Pemasaran :
Untuk Pemasaran, Inovasi Limbator sudah melakukan pemasaran keberbagai Provinsi, Yakni di Provinsi Jawa Timur, Banyuwangi, Provinsi Sumatera Barat, yaitu di Sawahlunto, Bukittinggi, Padang, serta ke berbagai Provinsi dan Kota Lainnya.
Keunggulan :
Limbator adalah Inovasi yang mengelola Limbah Air, menjadi Air yang bisa diminum secara aman melalui pengelolaan mesin yang canggih, mengubah Air Keruh menjadi air yang jernih, melalui proses yang aman dan Canggih.
Sejarah/Latar Belakang :
Limbator sendiri dibuat dan diciptakan oleh Bapak Sujak, warga asal kota Pekanbaru sejak tahun 2013 silam, saat itu, Sujak melihat kondisi Air dan lingkungan di Riau dipenuhi dengan Air berwarna Hitam, banyak Kebun Sawit di sepanjang perjalanan, yang mana saat itu, Pak Sujak sedang dalam perjalanan dari Buton Siak, menuju kota Pekanbaru. Dari Perjalanan tersebut, pak Sujak mempunyai Ide dan Kreatifitas dan Inovasi menciptakan Limbator di Provinsi Riau. Khusunya di kota Pekanbaru.
Manfaat :
Selain untuk mengurangi Pencemaran Limbah air, Limbator juga bermanfaat untuk masyarakat yang membutuhkan air bersih melalui Proses mesin canggih Limbator, untuk mengelola air kotor menjadi air bersih, selain ramah lingkungan, Limbator juga diproses dengan mesin yang canggih dan aman.
Kendala :
Untuk kendala, Limbator saat ini tidak mendapatkan kendala yang berat, artinya secara pemasaran Limbator terus mendapatkan pasar yang baik, baik di Luar Provinsi maupun didalam Provinsi. dan hanya butuh dukungan yang penuh dari Pemerintah Kota Pekanbaru.
(Tim)















