Scroll untuk baca artikel
LingkunganNewsPekanbaruPemerintahPeristiwa

Waspada Banjir di Musim Penghujan, BPBD Pekanbaru Identifikasi Lima Kecamatan Rawan

Admin
32
×

Waspada Banjir di Musim Penghujan, BPBD Pekanbaru Identifikasi Lima Kecamatan Rawan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pekanbaru, HL– Di tengah memasuki musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir. Hasil pemetaan yang dilakukan tim BPBD menunjukkan adanya sejumlah wilayah berpotensi terkena banjir di lima kecamatan di kota ini.

Kecamatan Rumbai tercatat sebagai kawasan dengan tingkat kerawanan banjir tertinggi, dengan tiga kelurahan yang terancam, yakni Palas, Sri Meranti, dan Meranti Pandak. Ancaman ini disebabkan oleh luapan aliran Sungai Siak yang mengalir melalui wilayah tersebut.

Selain Rumbai, kelurahan lain yang juga berisiko terendam banjir meliputi Sialang Munggu di Kecamatan Tuah Madani, serta Sail dan Sialang Sakti di Kecamatan Tenayan Raya. Di Kecamatan Bina Widya, Kelurahan Sungai Sibam juga tercatat rawan banjir, sementara Kecamatan Marpoyan Damai mencakup Kelurahan Perhentian Marpoyan dan Sidomulyo Timur dalam daftar tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekanbaru, Iwa Gemino, menyatakan bahwa timnya telah melakukan pemantauan di lokasi-lokasi yang rawan banjir. Iwa mengajak seluruh pihak, termasuk camat dan lurah, untuk bersinergi dalam antisipasi dan penanggulangan potensi banjir.

“Kami tidak hanya melakukan pemantauan dan pemetaan, tetapi juga mengajak kerjasama dari semua pihak,” ungkap Iwa. Ia mengimbau agar warga yang tinggal di dekat aliran sungai tetap waspada, terutama dengan perubahan cuaca yang mulai terjadi pada bulan September.

Iwa menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap dampak banjir, khususnya di area aliran Sungai Sail dan Sungai Siak. Tak hanya itu, BPBD juga memperhatikan jalanan yang rawan banjir dan telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan pengerukan di area tersebut.

“Meskipun normalisasi sungai telah dilakukan, masyarakat tetap diimbau untuk selalu waspada. Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk meminimalisasi dampak yang mungkin timbul,” pungkasnya.

(Ar)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *