Scroll untuk baca artikel
NewsOpiniPekanbaru

Sorotan Keras! Balita dan Anak di Bawah Umur Terpantau Hingga Pukul 23.00 di Kafe Laksamana Muda, Ketua GERMAS PPA Riau: Cederai Komitmen Riau Layak Anak

Admin
3
×

Sorotan Keras! Balita dan Anak di Bawah Umur Terpantau Hingga Pukul 23.00 di Kafe Laksamana Muda, Ketua GERMAS PPA Riau: Cederai Komitmen Riau Layak Anak

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Riau, HL – Keprihatinan publik kian memuncak setelah beredar informasi dan dokumentasi yang menunjukkan keberadaan balita dan anak di bawah umur di Kafe Laksamana Muda yang menghadirkan hiburan live DJ bernuansa “dugem halal”. Ironisnya, mereka terpantau masih berada di lokasi hingga sekitar pukul 23.00 WIB.

Ketua GERMAS PPA Provinsi Riau, Teuku Reyza Agdi Yoga, menegaskan bahwa fenomena ini bukan hanya persoalan kelalaian, tetapi juga mencederai komitmen besar pemerintah dalam mewujudkan program Riau Layak Anak.

“Ini bukan lagi sekadar miris, tapi sudah menjadi alarm serius. Ketika balita dan anak di bawah umur berada di kafe dengan dentuman musik keras hingga larut malam, ini jelas bertentangan dengan semangat Riau Layak Anak,” tegas Reyza.

Menurutnya, program Riau Layak Anak menekankan pentingnya menghadirkan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah bagi tumbuh kembang anak. Namun, realita di lapangan justru menunjukkan hal yang sebaliknya.

“Bagaimana kita bicara Riau Layak Anak jika masih ada anak-anak yang terpapar lingkungan tidak layak seperti ini? Ini harus jadi evaluasi bersama,” ujarnya.

Reyza menambahkan, balita dan anak-anak sangat rentan terhadap dampak lingkungan, baik dari sisi kesehatan maupun psikologis. Paparan suara keras, asap rokok, serta aktivitas orang dewasa di dalam kafe dapat memengaruhi perkembangan mereka secara jangka panjang.

“Balita dan anak sangat sensitif terhadap kebisingan dan polusi udara seperti asap rokok dan vape. Ini berbahaya bagi tumbuh kembang mereka,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa tanggung jawab tidak hanya berada pada orang tua, tetapi juga pemilik usaha dan pemerintah daerah yang memiliki kewenangan dalam pengawasan.

GERMAS PPA Riau mendorong adanya langkah tegas dari pihak berwenang, mulai dari pengawasan ketat, teguran, hingga evaluasi izin operasional jika ditemukan pelanggaran terhadap aturan perlindungan anak.

“Jangan sampai istilah ‘dugem halal’ dijadikan pembenaran. Ini bukan soal istilah, tapi soal kepatutan dan keselamatan anak-anak kita,” tegas Reyza.

Di akhir pernyataannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Riau sebagai daerah yang benar-benar layak bagi anak.

“Riau Layak Anak bukan hanya slogan. Ini tanggung jawab bersama. Jangan sampai generasi kita tumbuh di lingkungan yang salah,” pungkasnya.

(Tim)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *