Keberhasilan ini dipastikan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu, sebelum akhirnya Les Parisiens menyudahi perlawanan The Gunners dengan skor 4-3 di babak tos-tosan.

Pertandingan berjalan sangat timpang secara statistik. Skuad asuhan Luis Enrique mendominasi jalannya laga dengan penguasaan bola mencapai 72 persen dan melepaskan total 19 tembakan.

Kendati demikian, rapatnya pertahanan Arsenal membuat PSG hanya mampu mengarahkan 4 tembakan tepat sasaran.

Sebaliknya, Arsenal bermain sangat defensif dengan hanya menguasai 28 persen aliran bola dan mengandalkan serangan balik cepat yang menghasilkan 5 tembakan sepanjang laga.

Di waktu normal, Arsenal mengejutkan raksasa Prancis tersebut dengan mencetak gol cepat melalui aksi Kai Havertz.

Tertinggal satu gol, PSG meningkatkan intensitas serangan secara masif hingga akhirnya berhasil menyamakan kedudukan berkat eksekusi penalti Ousmane Dembele.

Skor imbang 1-1 ini bertahan hingga 90 menit waktu normal dan dua kali babak perpanjangan waktu selesai bergulir.

Memasuki babak tos-tosan, drama ketat terjadi di titik putih. Goncalo Ramos membuka keunggulan PSG yang langsung dibalas oleh Viktor Gyokeres.

PSG kembali memimpin lewat D. Doue, disusul kegagalan beruntun dari Eberechi Eze (Arsenal) dan Nuno Mendes (PSG).

Declan Rice sempat menyamakan kedudukan, namun A. Hakimi dan Beraldo sukses menjaga asa PSG.

Sejarah back-to-back akhirnya terkunci setelah eksekutor terakhir Arsenal, Gabriel, gagal menyarangkan bola dan memastikan skor adu penalti berakhir 4-3.

Laga keras ini juga diwarnai oleh total 27 pelanggaran dari kedua tim.

Wasit terpaksa mengeluarkan total enam kartu kuning, dengan rincian dua kartu kuning untuk pemain PSG dan empat kartu kuning bagi punggawa Arsenal demi meredam tensi tinggi di atas lapangan hijau.

(*)