Scroll untuk baca artikel
HukrimNewsOpiniPekanbaruPeristiwaTNI/POLRI

Memutus Mata Rantai Narkoba di Kampung Dalam: Saatnya Rakyat dan Aparat Bersatu Melawan Pengkhianat

Admin
7
×

Memutus Mata Rantai Narkoba di Kampung Dalam: Saatnya Rakyat dan Aparat Bersatu Melawan Pengkhianat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pekanbaru,HL – Penggerebekan di kawasan Kampung Dalam, Kecamatan Senapelan, pada Selasa (5/5/2026) malam, bukan sekadar operasi penangkapan biasa. Penemuan 240 gram sabu, 875 butir ekstasi, dan 50 butir Happy Five yang dikubur di dalam tanah adalah tamparan keras bagi kita semua. Ini membuktikan bahwa narkoba telah merasuk ke lapisan tanah di lingkungan tempat kita tinggal, mengancam masa depan keluarga dan anak-anak kita.

Sinyal Bahaya bagi Bandar dan Pengguna

Keberhasilan tim Satresnarkoba Polresta Pekanbaru membongkar “brankas” tersembunyi para bandar adalah bukti nyata bahwa tidak ada tempat yang benar-benar aman bagi pelaku kejahatan. Namun, operasi ini juga menjadi pengingat bagi kita semua: musuh kita bukan hanya bandar yang menyembunyikan barang di tanah, tetapi juga para pengguna yang terus menghidupi permintaan pasar. Tanpa pembeli, tidak akan ada bandar. Sudah saatnya kita tidak lagi mentoleransi siapa pun yang terlibat, sekecil apa pun perannya.

Zero Tolerance: Bersihkan Oknum, Hukum Pengkhianat

Di tengah perjuangan ini, opini publik sangat jelas: masyarakat menuntut ketegasan mutlak. Jika ada oknum aparat yang berani bermain mata, membekingi peredaran, atau “bermain” di balik layar, mereka adalah pengkhianat yang jauh lebih berbahaya daripada bandar biasa. Mereka tidak hanya mengkhianati institusi kepolisian, tetapi juga mengkhianati kepercayaan rakyat.

Publik kini menaruh harapan besar agar Polresta Pekanbaru tidak hanya menyapu bersih bandar di lapangan, tetapi juga berani melakukan “bersih-bersih” di internal sendiri. Siapa pun yang terlibat, baik itu bandar, pengguna, maupun oknum yang melindungi, harus diseret ke meja hijau dan dijatuhi hukuman maksimal tanpa pengecualian.

Kolaborasi adalah Senjata Utama

Pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan penggalian tanah oleh polisi di malam hari. Dibutuhkan keberanian masyarakat untuk bicara dan menolak kehadiran narkoba di lingkungan mereka sendiri. Kampung Dalam tidak boleh selamanya dicap sebagai “zona merah“.

Kita harus mengubah narasi ini menjadi “zona perjuangan bersama“. Dukungan masyarakat kepada kepolisian yang tegas adalah kunci. Mari kita pastikan bahwa bagi siapa pun yang mencoba merusak Pekanbaru dengan narkoba, tidak akan ada tempat untuk bersembunyi baik di dalam tanah, maupun di balik seragam.

Tim

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *