Pekanbaru, HL – Inovasi Aspal Karet tahan retak, Temuan Dr. Ir. Fitra Ramdhani ST.,MT, yang juga sebagai Ketua Tim Pengabdian dan juga Ketua Program Studi Teknik Sipil Universitas Abdurrab menyampaikan bahwa aspal karet yang dihamparkan merupakan produk inovasi hasil penelitiannya.
Aspal karet ini merupakan aspal modifikasi karet. Dengan memodifikasi karet ke dalam aspal minyak, maka dapat mengurangi kebutuhan aspal minyak yang jumlahnya semakin menurun dan tidak dapat diperbaharui serta biaya produksinya yang cenderung mahal.

Temuan itu bahkan sudah diimplementasikan salah satu ruas jalan di Pekanbaru yaitu Jalan Temurasa di RT 01 RW 07, Kecamatan Tenayan Raya, Kamis 6 Januari lalu.
Pemasaran :
Melihat kebutuhan Aspal Karet yang kemungkinan besar menjadi bahan Insfrastruktur pembangunan disuatu daerah, tentu Pemasaran akan mengarah ke Pemerintah Daerah melalui mekanisme yang Resmi.
Keunggulan :
Berdasarkan hasil penelitian, dinyatakannya bahwa Aspal Karet ini mempunyai keunggulan yaitu tahan terhadap retak. mengurangi kecelakaan yang dialami pengendara karena melewati jalan berlubang dan retak-retak.
“Karena tahan retak, maka implementasi aspal karet ini dilakukan pada ruas jalan yang retak dan berlubang,” kata Fitra.
Sejarah/Latar Belakang :
Kebutuhan aspal nasional sebesar 1,2 juta ton per tahun dan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Oleh karena itu dilakukan upaya dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada untuk mengurangi Impor dan memperbaiki kinerja aspal. Dengan melihat produksi karet di Riau no. 5 (299.434 ton) (9,832%) dari 3.045.314 ton Indonesia dan no 1 di dunia pd th 2021 maka dari itu dilakukan lah modifikasi aspal dengan karet alam. Penelitian dengan pemanfaatan karet alam sudah banyak dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Namun, proses pembuatan aspal karet menggunakan karet alam padat SIR 20 menghadapi banyak tantangan. Pencampuran karet alam padat SIR 20 ke dalam aspal memerlukan waktu yang lama untuk mencapai homogenitas dan membutuhkan suhu pencampuran yang lebih tinggi. Waktu pencampuran yang lama dan suhu di atas 180°C menyebabkan pemborosan energi dan meningkatkan penguapan aspal, yang berakibat pada hilangnya material dalam jumlah signifikan [14, 24, 25]. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini memodifikasi aspal karet SIR 20 menjadi bentuk mikro. Pendekatan ini bertujuan untuk mempermudah proses pencampuran aspal karet termodifikasi dalam skala besar serta meningkatkan kinerjanya.
Manfaat :
Penggunaan karet sebagai bahan modifikasi produk inovasi ini dapat meningkatkan nilai jual karet dan perekonomian masyarakat Indonesia. Diharapkan juga Inovasi Aspal Karet ini mampu mengurangi mengurangi kecelakaan yang dialami pengendara karena melewati jalan berlubang dan retak-retak serta Ramah Lingkungan.
Informasi lain tentang Inovasi Aspal Karet, yakni kegiatan pengabdian masyarakat dari Teknik Sipil Universitas Abdurrab, Jalan Temurasa tidak lagi retak dan berlubang. Semoga dengan mulusnya jalan ini maka kedepannya tidak ada lagi korban kecelakaan di lokasi.
Selain itu, Fitra Ramdhani yang juga merupakan Dosen Universitas Abdurab ini meraih penghargaan inovasi terfavorit kategori ide inovasi tematik dari Balitbang Pekanbaru dalam Rangka HUT Kemerdekaan RI ke-80 Tahun.
(Tim)















