Scroll untuk baca artikel
LingkunganNewsPalutaPemerintahPeristiwaViral

Miris Sekaligus Memperihatinkan, Siswa SD di Kabupaten Paluta Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai Demi Ke Sekolah

Admin
123
×

Miris Sekaligus Memperihatinkan, Siswa SD di Kabupaten Paluta Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai Demi Ke Sekolah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PALUTA,HL – Miris, sekaligus memperihatinkan, inilah kata atau gambaran yg cocok kita sematkan pada keadaan dan Kondisi dimana Warga di Desa Simaninggir, Kecamatan Dolok Sigompulon, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) bertaruh Nyawa untuk pergi menempuh Sekolah harus menyebrangi dan melewati derasnya Arus Sungai.

Semangat pantang menyerah untuk bisa bersekolah itulah yang ditunjukkan oleh

anak-anak di pelosok desa Simaninggir Kabupaten Padang Lawas Utara. Mereka harus

menantang maut dengan melewati derasnya

arus sungai hanya dengan cara berpegangan pada seutas tali saja.

Diketahui ternyata bertahun-tahun tidak pernah

ada pembangunan akses jalan atau jembatan

untuk menyeberangi derasnya sungai tersebut..

Momen sangat menyedihkan itupun sontak

menjadi viral di sejumlah media sosial. Terlihat

jelas penderitaan siswa yang masih duduk

sekolah dasar itu bagaimana mereka berjuang

bisa sampai ke sekolah.

 

Video tersebut diposting di akun Facebook

Daniel Bona (Golongan Hitam), Kamis

(25/9/2025). Terlihat, satu persatu siswa SD

menyeberangi derasnya arus sungai dengan

berpegangan pada seutas tali dengan

pengawasan oleh guru mereka, sungguh

pemandangan yang sangat menyayat hati.

Apakah ini adil, ketika warga Negara Indonesia

yang tinggal di pedalaman tidak merasakan

nikmatnya kemerdekaan negaranya sendiri.

Dimana letak hati para pemimpin yang ada di

Kabupaten Paluta dan pemimpin yang ada di

Provinsi Sumatera Utara ketika melihat ini.

Apakah anggaran APBD atau APBN tidak bisa

sedikit disisihkan untuk pembangunan prioritas

di daerah itu, atau ada namun masuk ke kantong

para Tikus?? Ini perlu diperhatikan agar

anak-anak bisa berangkat sekolah tersenyum

tanpa dihantui keselamatan mereka.

Ironisnya lagi, viralnya video tersebut menjadi

malapetaka bagi oknum guru yang membagikan

video itu. Diduga oknum guru-guru yang

menyebarkan video anak didiknya itu

mendapatkan intimidasi dari sejumlah pihak,

sehingga status untuk menjadi pegawai P3K

bisa terancam dibatalkan.

Kendati demikian, video tersebut mendapatkan

perhatian, dukungan dan komentar dari

sejumlah netizen.

Marali Harahap, Mantap, viralin terus ipar biar pemerintah pusat secepatnya bertindak.

Asrul Siregar, Mantap kalau ngak viral, periksa pejabat terkait sudah terlalu lama korupsinya

Doris Alenrico, Kirimkan saja postingan ini ke Gubernur SumateraUtara..kirim ke BobbyNasution..

Muhammad Kadri, Pemerintah daerah buatlah jembatan penyeberangan pake anggaran pusat APBN atau APBD bicarakan ke bupati dan kementerian keuangan dan menteri PU untuk buat jembatan kasihan guru dan anak. Anak sekolah nyeberang sungai pake tali aduh aduh.

Kaka Li, Assalamu’alaikum semoga cepet mendapatkan perhatian dan dapat bantuan guna memperlancar dunia pendidikan.

Bisma Hariyanto, Jangan takut membela kebenaran!!

Penjahit Yulia, Kok gurunya pulak yang kena sanksi, Semangat terus guru pahlawan ku.

Ma Anto, Mari viralkan, niat baik seorang guru, biar para muridnya selamat, malah diintiminasi pihak pemerintah, kacau kan, segera utus KPK biar ketahuan kebobrokan pemerintah setempat.

(**)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *