HL PEKANBARU – Pemerintah pusat menginstruksikan pemangkasan anggaran di berbagai sektor sebagai bagian dari kebijakan efisiensi belanja daerah. Menanggapi hal ini, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pekanbaru, Alek Kurniawan, memastikan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) tetap dioptimalkan sesuai target yang telah ditetapkan.
“Kalau dari sisi PAD, tentu kita optimalkan pendapatan sesuai dengan target yang sudah ditetapkan berdasarkan potensi,” ujarnya dalam wawancara via WhatsApp, Kamis (12/02/2025).
Alek menjelaskan, pemangkasan anggaran bisa berdampak pada munculnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA). Dengan target pendapatan dan belanja daerah sebesar Rp3,2 triliun, pemangkasan anggaran sebesar Rp100 miliar, misalnya, otomatis akan menghasilkan SILPA dengan jumlah yang sama.
Strategi Bapenda Pekanbaru: Kemudahan dan Kemurahan
“Untuk memastikan optimalisasi PAD, Bapenda Pekanbaru terus melakukan berbagai inovasi, terutama dalam sektor pajak.
Kami punya strategi dan tagline di Bapenda: ada kemudahan dan kemurahan,” jelas Alek.
Kemudahan dalam pembayaran pajak diwujudkan melalui peningkatan layanan, seperti mendekatkan pelayanan ke masyarakat, membuka posko-posko pajak, dan menghadirkan inovasi seperti Lapak Darling. Sementara itu, kemurahan diberikan dalam bentuk program diskon pajak.
Selain itu, Bapenda juga menerapkan strategi IED (Intensifikasi, Ekstensifikasi, dan Digitalisasi) untuk mendukung kemudahan dan kemurahan tersebut. Langkah ini bertujuan meningkatkan kepatuhan wajib pajak serta memperluas jangkauan pendapatan daerah melalui sistem digital yang lebih efisien.
Di sisi lain, Alek menegaskan bahwa urusan retribusi berada di bawah kewenangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, sementara Bapenda fokus pada optimalisasi pajak daerah.
Dengan berbagai langkah ini, Bapenda Pekanbaru optimistis bisa menjaga stabilitas PAD meskipun menghadapi kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
(Ar)















