HL PEKANBARU – Diduga menghina Pemegang Saham dan Direktur Utama, Kepala Kedai PT. BRK Syariah Garuda Sakti, Pekanbaru, Ricky Rahmadia Dilaporkan ke Direktur Utama PT. BRK Syariah, Dewan Pengawas, Gubernur Riau dan Sekda Riau.
Pada Rabu, (11/12/24) seorang masyarakat Riau yang bernama, “Madi” mendatangi Kantor PT. BRKSyariah Riau dan Kantor Gubernur untuk melaporkan Kepala Kedai PT. BRK Syariah Garuda Sakti, Pekanbaru karena diduga menghina Direktur Utama PT. BRK Syariah, mantan pemegang saham dan calon pemegang saham mayoritas PT. BRK Syariah.
Ricky Rahmadia sebagai karyawan BUMD PT. BRK Syariah yang menjabat kepala kedai Garuda Sakti, Pekanbaru selama tahapan pilkada riau 2024 diduga Menghina dan mencemeeh secara terang-terangan kehadapan publik terhadap Abdul Wahid – SF Hariyanto sebagai paslon Gubernur Riau Nomor Urut 1.
Abdul Wahid – SF Hariyanto adalah calon pejabat pemegang saham PT. BRKSyariah dan dinyatakan sah ketika sudah terpilih dan dilantik menjadi Gubernur – Wakil Gubernur Riau, sementara SF Hariyanto yang merupakan wakil gubernur dari paslon Gubernur Abdul Wahid sebelumnya pernah menjabat Sekda dan Pj Gubernur berarti mantan pejabat pemegang saham PT. BRK Syariah.
Dugaan penghinaan yang dilakukan oleh Kepala Kedai PT. BRK Syariah Garuda Sakti, Pekanbaru ini menyampaikannya dengan cara mengirimkan pesan di Whatsup Group Suara Riau yang beranggotakan lima ratus orang, pada tahapan pilkada provinai riau 2024, bahwa dia mendukung paslon Gubernur Riau Nomor urut 2 M. Nasir-M. Wardan dan No urut 3 Syamsuar-Mawardi Shaleh serta Tidak mendukung Paslon Cagub Riau Nomor urut 1 Abdul Wahid – SF Hariyanto, terang pelapor.
Kata-kata yang disampaikan Ricky Rahmadia tersebut berupa Dugaan kata-kata menghina dan mencemeeh paslon Gubernur Riai Nomor urut 1 Abdul Wahid – SF Hariyanto.
Ricky Rahmadia mengatakan seharusnya skema pilkada riau 2024 adalah pertarungan Syamsuar VS M. Nasir, sementara Abdul Wahid dianggapnya belum layak, belum saatnya mencalonkan diri sebagai Gubernur Riau, seharusnya tetap menjadi anggota DPR RI dan suara pendukungnya beririsan dengan M. Nasir maka Abdul Wahid seharusnya bergabung dengan M. Nasir yang memiliki alat perang yang lengkap.
Pasangan calon Abdul Wahid – SF Haroyanto juga dikatakan oleh Ricky Rahmadia hanya menjalankan program gubernur sebelumnya dan mengklaim pekerjaan orang lain.
Ricky Rahmadia juga mengatakan pencalonan Abdul Wahid karena disorong-sorong oleh operasi senyap dan jika terpilih akan dirongrong oleh wakilnya.
Karyawan PT. BRK Syariah ini juga mengatakan para koruptor banyak berada di barisan pendukung Abdul Wahid – SF Hariyanto.
Juga menghina dan menjelekkan SF Hariyanto yang dikatakannya telah membuat defisit anggaran, tukang buat gaduh, membuat keterbelahan ketika menjadi sekda, setelah dijadikan Sekda kemudian minta – minta dijadikan Calon Gubernur
Seorang Karyawan BUMD ini mengatakan bahwa kebijakan Pj Gubernur SF Hariyanto tentang penempatan dana PI 10 % adalah Ngaco.
Bahkan Ricky Rahmadia mengancam akan mengarahkan seluruh suara karyawan PT. BRK Syariah agar memilih ke Paslon Gubernur Riau Nomor Urut 2 M. Nasir.
Ricky Rahmadia mengatakan Gubernur Riau sebelumnya saja bisa dikondisikan apalagi hanya mengkondisikan seluruh Karyawan PT. BRK Syariah juga mengatakan Direktur BRKS yariah saja bisa ditumbangkan oleh karyawannya.
“Apa yang dilakukan Ricky Rahmadia ini menurut kami adalah dugaan seorang karyawan yang melawan atasan, karyawan yang tidak beretika, tidak berintegritas, membuat susana kerja yang tidak kondusif, merusak citra Pemegang Saham, Direktur maupun lembaga PT. BRKSyariah,”ungkapnya.
“Oleh karena itu kami harapkan kepada Direktur PT. BRKSyariah agar segera menindaklanjuti laporan kami ini dan menegakkan aturan yang berlaku,”harap madi sebagai pelapor.
(**)















