HL PURWOKERTO – Dalam upaya menjaga keamanan stabilitas operasional PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan Badan Intelijen Strategis Tentara Nasional Indonesia BAIS TNI mengadakan Workshop kajian informasi mengenai ideologi politik ekonomi sosial budaya dan keamanan (Ipeloksosbudkam) serta perkembangan situasi wilayah. Acara ini dilaksanakan di Purwokerto dan bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai potensi ancaman dan gangguan keamanan yang bisa mempengaruhi operasional perusahaan khususnya di area refinery unit II, IV, V, VI, dan PT Kilang Pertamina Balikpapan.
Kerjasama ini merupakan bagian dari pedoman kerja yang ditetapkan dalam nomor : SP002/500300/2023-SO dan Nomor : Domker/1/111/2023, yang dikeluarkan oleh PT Pertamina atau Persero dan BAIS TNI pada 13 Maret 2023, melalui kolaborasi ini diharapkan akan ada dukungan pengawasan dan pengamanan yang lebih efektif.
Manajer security KPI Ruli Andyka menyatakan bahwa perkembangan situasi Ipoleksosbudkam seringkali diiringi oleh ancaman baru yang kompleks. “Dalam Kompleks ini pemanfaatan teknologi di sistem keamanan menjadi sangat penting hasil kajian dari BAIS TNI memberi kami wawasan yang lebih baik tentang potensi ancaman dan gangguan yang dapat di area unit operasi kami,”ujarnya.
Rully juga menekankan urgensi kolaborasi multi pihak untuk menjaga aset perusahaan. “Keamanan bukan hanya tanggung jawab tim security saja, tetapi merupakan tanggung jawab bersama, penting bagi kita untuk selalu berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai pihak,” tambahnya.
Sementara itu, Paban Utama Direktorat A BAIS TNI Kolonel Inf Tri Andi Cuswantoro memberikan apresiasi atas kerjasama yang telah terjalin baik antara BAIS TNI dan PT Pertamina terutama PT Kilang Pertamina internasional keterlibatan BAIS TNI dianggap kita dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin Kompleks di era modern.
Kerjasama antara KPI dan BAIS TNI tidak hanya penting untuk keamanan operasional tetapi juga sejalan dengan prinsip – prinsip Environmental, Social, And Governance (ESG) serta Sustainable Development Goals (SDGs) dalam konteks ESG kolaborasi ini menunjukkan bahwa perusahaan berkomitmen untuk mengelola risiko secara proaktif dan transparan, yang merupakan salah satu indikator penting dalam berkelanjutan bisnis
Dari aspek sosial kerjasama ini menunjukkan upaya menjaga stabilitas di dalam komunitas di sekitar wilayah operasional yang berkontribusi terhadap SDG 16 : Perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang kuat, dengan demikian langkah-langkah ini tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar.
Dengan adanya kerjasama yang kuat antara sektor industri dan pemerintahan melalui BAIS TNI, KPI tidak hanya dapat meningkatkan keamanan operasional, tetapi juga berkontribusi dan pada pencapaian tujuan pembangunan yang lebih luas menjadikan contoh Sinergi yang baik di era modern.
(Ar)















