Scroll untuk baca artikel
PemerintahRiau

Sidak Perusahaan, Kadisnakertrans Riau Bobby Rachmat Siap Tindaklanjuti Penahanan Ijazah Karyawan di Pekanbaru

Admin
44
×

Sidak Perusahaan, Kadisnakertrans Riau Bobby Rachmat Siap Tindaklanjuti Penahanan Ijazah Karyawan di Pekanbaru

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

HL PEKANBARU – Dugaan penahanan ijazah karyawan oleh Sanel Tour & Travel di Pekanbaru terbongkar saat inspeksi mendadak Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan, Rabu sore (23/4/2025). Sidak dilakukan bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau, Bobby Rachmat, setelah menerima laporan masyarakat.

Kunjungan mendadak itu berawal dari obrolan santai di sebuah kedai kopi usai agenda pengawasan di Pelalawan. Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Pekanbaru, Zulkardi, tiba-tiba datang menyampaikan keluhan warga.

“Pak Wamen spontan langsung mengajak kami ke lokasi,” ujar Bobby di halaman kantor Sanel Tour & Travel.

Namun, saat tiba di lokasi, pimpinan perusahaan tidak tampak, bahkan ruang kerja pemilik perusahaan ditemukan terkunci. “Ternyata benar, tak satu pun manajemen perusahaan yang bersedia menemui kami,” ucap Bobby.

Ia menyayangkan sikap perusahaan yang dinilai tidak kooperatif. “Kami sudah datang baik-baik untuk klarifikasi, tapi mereka justru menutup pintu,” ujarnya.

Awalnya, laporan menyebut ada empat mantan karyawan yang mengaku ijazah mereka ditahan. “Sekarang jumlahnya sudah 12 orang,” tambah Bobby.

Disnaker Riau menegaskan komitmen untuk menindaklanjuti pengaduan ini. “Kami akan panggil satu per satu pelapor dan pihak perusahaan untuk verifikasi data,” jelasnya.

Usai sidak, Wamenaker beranjak ke bandara dan menitipkan penanganan kasus ini kepada Bobby. Ia bahkan meminta Bobby tetap tinggal di lokasi hingga persoalan selesai.

Beberapa jam kemudian, perwakilan perusahaan akhirnya muncul dan meminta musyawarah secara tertutup. Seusai pertemuan, Bobby mengungkapkan bahwa pihak perusahaan merasa difitnah dan membantah telah menahan dokumen pekerja.

“Mereka juga merasa terintimidasi oleh kedatangan tim kami. Tapi kami tegaskan, ini bukan intimidasi. Kami hanya menjalankan tugas,” urainya.

Meski begitu, Bobby menilai sidak ini memberi hasil. “Kita berhasil duduk bersama, mendengarkan alasan perusahaan, dan mendorong penyelesaian. Ini bentuk pelayanan publik yang wajib kita lakukan,” jelasnya.

Jika terbukti ada pelanggaran, Bobby memastikan tindakan tegas akan diambil. Ia juga mengimbau masyarakat agar tak takut melapor. “Keberanian masyarakat melapor adalah kunci perlindungan hak pekerja,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen Sanel Tour & Travel belum memberikan keterangan resmi. Status legal perusahaan dan rincian bidang usahanya masih belum jelas di tengah minimnya keterbukaan manajemen.

(**)

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *