Scroll untuk baca artikel
LingkunganNewsPekanbaruPemerintahPeristiwaSosial

Musim Penghujan, Kalaksa BPBD Pekanbaru Iwa Gemino Himbau Masyarakat Waspadai Beberapa Titik Banjir 

Admin
30
×

Musim Penghujan, Kalaksa BPBD Pekanbaru Iwa Gemino Himbau Masyarakat Waspadai Beberapa Titik Banjir 

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PEKANBARU, HL – Memasuki musim penghujan, masyarakat Kota Pekanbaru diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, khususnya di kawasan yang berada di sekitar aliran sungai.

Berdasarkan hasil pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru, sejumlah wilayah dikategorikan sebagai daerah rawan banjir. Kecamatan Rumbai menjadi kawasan dengan tingkat kerawanan tertinggi, terutama di tiga kelurahan yang kerap terdampak luapan Sungai Siak, yaitu Palas, Sri Meranti, dan Meranti Pandak.

Selain itu, terdapat titik rawan banjir lainnya yang tersebar di:

Kelurahan Sialang Munggu (Kecamatan Tuah Madani).

Kelurahan Sail dan Sialang Sakti (Kecamatan Tenayan Raya).

Kelurahan Sungai Sibam (Kecamatan Bina Widya).

Kelurahan Perhentian Marpoyan dan Sidomulyo Timur (Kecamatan Marpoyan Damai).

Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekanbaru, Iwa Gemino, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan dan pemantauan di lapangan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk menghadapi potensi banjir secara bersama-sama.

“Kami tidak hanya melakukan pemantauan dan pemetaan, tetapi juga mengajak kerja sama semua pihak dalam mengantisipasi banjir,” ujar Iwa, kepada Media ini, Jum’at sore (24/10/2025).

Ia menambahkan, masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai perlu meningkatkan kesiapsiagaan, mengingat potensi luapan air meningkat selama musim hujan.

“Kami imbau agar kesiapsiagaan ditingkatkan, terutama di kawasan aliran Sungai Sail dan Sungai Siak,” jelasnya.

Selain fokus pada kawasan permukiman, BPBD Kota Pekanbaru juga memberikan perhatian pada sejumlah ruas jalan yang rawan tergenang air. Oleh karena itu, koordinasi dengan dinas teknis terus dilakukan untuk melaksanakan pengerukan dan normalisasi sungai di titik-titik kritis.

Langkah antisipasi ini diharapkan dapat meminimalisir dampak sosial dan ekonomi akibat banjir, serta menciptakan kesiapsiagaan masyarakat yang lebih baik dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrem.

“Meski sejumlah sungai telah dinormalisasi, masyarakat tetap diminta waspada. Kami juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait,” pungkasnya.

 

(Ar)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *