PALUTA,HL – Miris, sekaligus memperihatinkan, inilah kata atau gambaran yg cocok kita sematkan pada keadaan dan Kondisi dimana Warga di Desa Simaninggir, Kecamatan Dolok Sigompulon, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) bertaruh Nyawa untuk pergi menempuh Sekolah harus menyebrangi dan melewati derasnya Arus Sungai.
Semangat pantang menyerah untuk bisa bersekolah itulah yang ditunjukkan oleh
anak-anak di pelosok desa Simaninggir Kabupaten Padang Lawas Utara. Mereka harus
menantang maut dengan melewati derasnya
arus sungai hanya dengan cara berpegangan pada seutas tali saja.
Diketahui ternyata bertahun-tahun tidak pernah
ada pembangunan akses jalan atau jembatan
untuk menyeberangi derasnya sungai tersebut..
Momen sangat menyedihkan itupun sontak
menjadi viral di sejumlah media sosial. Terlihat
jelas penderitaan siswa yang masih duduk
sekolah dasar itu bagaimana mereka berjuang
bisa sampai ke sekolah.
Video tersebut diposting di akun Facebook
Daniel Bona (Golongan Hitam), Kamis
(25/9/2025). Terlihat, satu persatu siswa SD
menyeberangi derasnya arus sungai dengan
berpegangan pada seutas tali dengan
pengawasan oleh guru mereka, sungguh
pemandangan yang sangat menyayat hati.
Apakah ini adil, ketika warga Negara Indonesia
yang tinggal di pedalaman tidak merasakan
nikmatnya kemerdekaan negaranya sendiri.
Dimana letak hati para pemimpin yang ada di
Kabupaten Paluta dan pemimpin yang ada di
Provinsi Sumatera Utara ketika melihat ini.
Apakah anggaran APBD atau APBN tidak bisa
sedikit disisihkan untuk pembangunan prioritas
di daerah itu, atau ada namun masuk ke kantong
para Tikus?? Ini perlu diperhatikan agar
anak-anak bisa berangkat sekolah tersenyum
tanpa dihantui keselamatan mereka.
Ironisnya lagi, viralnya video tersebut menjadi
malapetaka bagi oknum guru yang membagikan
video itu. Diduga oknum guru-guru yang
menyebarkan video anak didiknya itu
mendapatkan intimidasi dari sejumlah pihak,
sehingga status untuk menjadi pegawai P3K
bisa terancam dibatalkan.
Kendati demikian, video tersebut mendapatkan
perhatian, dukungan dan komentar dari
sejumlah netizen.
Marali Harahap, Mantap, viralin terus ipar biar pemerintah pusat secepatnya bertindak.
Asrul Siregar, Mantap kalau ngak viral, periksa pejabat terkait sudah terlalu lama korupsinya
Doris Alenrico, Kirimkan saja postingan ini ke Gubernur SumateraUtara..kirim ke BobbyNasution..
Muhammad Kadri, Pemerintah daerah buatlah jembatan penyeberangan pake anggaran pusat APBN atau APBD bicarakan ke bupati dan kementerian keuangan dan menteri PU untuk buat jembatan kasihan guru dan anak. Anak sekolah nyeberang sungai pake tali aduh aduh.
Kaka Li, Assalamu’alaikum semoga cepet mendapatkan perhatian dan dapat bantuan guna memperlancar dunia pendidikan.
Bisma Hariyanto, Jangan takut membela kebenaran!!
Penjahit Yulia, Kok gurunya pulak yang kena sanksi, Semangat terus guru pahlawan ku.
Ma Anto, Mari viralkan, niat baik seorang guru, biar para muridnya selamat, malah diintiminasi pihak pemerintah, kacau kan, segera utus KPK biar ketahuan kebobrokan pemerintah setempat.
(**)















