HL PEKANBARU – Pengelolaan sampah menjadi prioritas utama bagi Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru terpilih, Agung Nugroho dan Markarius Anwar. Mereka berkomitmen untuk menuntaskan persoalan ini sejak pekan pertama setelah dilantik.
Dalam kunjungan tersebut, Agung mempelajari sistem pengelolaan sampah modern yang diterapkan oleh perusahaan tersebut.
Sebelumnya, Agung juga melakukan studi banding ke beberapa daerah di Pulau Jawa untuk mempelajari pengelolaan sampah yang sukses. Ia menyebut, produksi sampah di Pekanbaru mencapai 1.000 ton per hari, atau sekitar 30.000 ton per bulan.
“Jika tidak dikelola dengan baik, dampaknya bisa sangat buruk,”kata Agung.
Agung mencontohkan Banyumas, yang berhasil meraih penghargaan pengelolaan sampah terbaik di ASEAN dengan predikat zero waste to landfill. Ia berharap metode serupa, termasuk yang ia pelajari di Johor Bahru, dapat diterapkan di Pekanbaru dengan menyesuaikan kondisi lokal.
Rencananya, pada pekan pertama pasca pelantikan, Agung akan mengumpulkan seluruh perangkat RT dan RW di Pekanbaru untuk membahas langkah konkret pengelolaan sampah. Sinkronisasi dengan dinas terkait juga akan dilakukan.
Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat penting dalam mendukung kebijakan ini.
“Kerja sama pemerintah dan masyarakat adalah kunci. Pengelolaan sampah dengan teknologi tinggi pun tidak akan berhasil tanpa partisipasi aktif warga,” tutup Agung.
(Red)















