Bandung, HL– Kota Bandung tengah menghadapi permasalahan serius terkait peredaran obat-obatan keras yang semakin marak, seperti Tramadol, Eximer, Dextro, dan Triex. Keberadaan obat-obatan ini, yang seharusnya hanya tersedia dengan resep dokter, kini terlihat dijual bebas di berbagai kios di beberapa titik, terutama di kawasan Jalan Peta Bojongloa Kaler dan Terusan Pasirkoja. Fenomena ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, terutama orang tua yang khawatir anak-anak mereka dapat dengan mudah mengakses obat-obatan berbahaya tersebut.
Hasil pantauan menunjukkan bahwa kios-kios penjual obat keras ini beroperasi tanpa pengawasan ketat dari pihak berwenang. Ironisnya, banyak pembeli yang masih berusia di bawah umur, seolah tak ada batasan untuk mengakses barang-barang yang seharusnya dikendalikan. “Kami sebagai warga merasa khawatir, karena pembelinya banyak anak-anak. Kami berharap pihak berwenang segera menertibkan,” ungkap salah seorang warga yang ditemui di lokasi.
Lebih mencemaskan, terdapat dugaan bahwa di sekitar area tersebut terdapat lokasi-lokasi lain yang difungsikan untuk menyimpan stok obat-obatan yang dijual. Aktivitas keluar masuk orang terpantau cukup tinggi, terutama pada malam hari, menambah kekhawatiran masyarakat tentang kemungkinan organisasi peredaran obat terlarang yang lebih besar.
Sebagai respon terhadap situasi ini, masyarakat berharap tindakan tegas dari pemerintah daerah, termasuk Gubernur Jawa Barat, Wali Kota Bandung, serta Wakil Wali Kota Bandung, untuk segera melakukan penertiban. Mereka meminta agar pihak berwenang mengambil langkah-langkah konkret guna melakukan penindakan terhadap pelaku peredaran obat-obatan ilegal yang berpotensi merusak generasi muda.
Dengan meningkatnya kasus penyalahgunaan obat keras di kalangan remaja, upaya penegakan hukum dan edukasi masyarakat menjadi kunci untuk mencegah dampak negatif dari peredaran obat-obatan terlarang ini. Keterlibatan aktif dari semua pihak, termasuk keluarga dan sekolah, juga sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi generasi penerus.
(Tim)















