Pekanbaru, HL – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai menyiapkan serangkaian langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan pokok dan inflasi.
Kebijakan ini diambil menyusul bencana alam yang melanda sejumlah daerah pemasok kebutuhan pokok, seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, mengatakan bahwa bencana di sejumlah wilayah tersebut berpotensi mengganggu kelancaran suplai barang ke Pekanbaru. Meski demikian, pihaknya terus memantau perkembangan situasi di daerah terdampak.
“Kami memiliki potensi kenaikan inflasi akibat bencana alam di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Namun, kami terus memantau situasi. Komunikasi dengan daerah penghasil sudah kami lakukan, baik dengan Sumbar maupun Sumut,” ujar Ingot, Sabtu 29 November 2025.
Ia menjelaskan, koordinasi intensif juga dilakukan bersama Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho. Pada malam sebelumnya, Pemko Pekanbaru menggelar rapat bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau dan BPS Kota Pekanbaru di Gedung Utama Kompleks Perkantoran Tenayan Raya.
“Kami membahas potensi gejolak harga dan langkah antisipasi yang diperlukan,” ungkapnya.
Salah satu fokus pembahasan adalah mitigasi kemungkinan kenaikan harga bahan pokok yang selama ini dipasok dari daerah terdampak bencana. Untuk menjaga stabilitas suplai, Pemko telah menyiapkan sejumlah alternatif.
“Kami punya beberapa opsi. Salah satunya adalah menjalin komunikasi dengan daerah penghasil lain di Pulau Jawa,” jelas Ingot.
Menurutnya, kondisi cuaca di Pulau Jawa saat ini relatif stabil dan tidak banyak gangguan alam. Jika komunikasi berjalan baik, suplai dari wilayah tersebut dapat menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Pekanbaru.
(**)















