HL PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kembali mengingatkan masyarakat Kota Pekanbaru untuk tidak percaya dengan sejumlah telepon yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan Disdukcapil Pekanbaru.
Kepala Disdukcapil Pekanbaru Irma Novrita, Ahad (6/10) mengatakan, saat ini tengah marak modus pelaku penipuan. Dimana dengan alasan mengurus administrasi kependudukan dari Disdukcapil Pekanbaru, yang meminta masyarakat untuk melakukan kepengurusan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) melalui aplikasi yang mereka berikan.
Hal ini membuat banyak masyarakat yang terjerumus dalam jeratan penipuan sehingga menggiring para korban untuk mengurus IKD secara online melalui WhatsApp, serta diminta memberikan informasi tentang data pribadi korban seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta KK.
”Untuk aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) tidak ada melalui aplikasi apa pun termasuk WhatsApp,” kata Irma.
Lanjutnya, akibat yang dirasakan oleh masyarakat yang menjadi korban mengalami kehilangan isi tabungan di bank karena identitas diri yang diberikan tersebut.
”Rata-rata kerugian yang dialami masyarakat adalah terkurasnya isi tabungan karena mengklik link yang dikirim oleh pelaku penipuan,” ucapnya.
Dijelaskan Irma, untuk aktivasi IKD haruslah dilakukan langsung oleh orang yang bersangkutan. Di mana masyarakat hanya harus datang ke Kantor Disdukcapil atau ke UPTD yang ada di kecamatan.
”Untuk pelayanan aktivasi IKD tidak bisa dilakukan melalui online, telepon atau juga melalui link, karena masyarakat harus datang langsung ke kantor Disdukcapil Pekanbaru. Sedangkan untuk mengaktifkan NIK, ada petugas resmi dari Disdukcapil yang menghubungi dengan memakai call center resmi Disdukcapil Pekanbaru,” jelasnya.
Agar tidak menjadi korban penipuan, dia mengingatkan warga agar mengabaikan telepon atau pesan yang dikirim pelaku.
Ia menyebut, petugas Disdukcapil tidak akan menelpon secara tiba-tiba.
”Petugas kami akan menelpon jika dalam proses pelayanan memang ada kekurangan, baru mereka menelepon. Kalau tiba-tiba menelpon, padahal tidak ada urusan administrasi, abaikan saja,” tegasnya.
(**)















